
Pernah nggak pas belanja, klik tombol “Beli” di layar HP, dan WOW!
Hanya beberapa hari atau bahkan hitungan jam, barang tersebut sudah ada di depan pintu rumah?
Proses yang kelihatannya instan dan ajaib ini sebenarnya melibatkan sebuah jaringan raksasa di belakang layar.
Jaringan inilah yang kita kenal dengan nama Logistik.
Tapi kalau di TV atau portal berita, sering disebut logistik yang mengartikan barang kebutuhan di lokasi kejadian.
Sebenarnya hal tersebut tidak salah, namun yang dimaksud adalah bagaimana barang kebutuhan dikirim ke lokasi tujuan
Nah biar jelas, Yuk kita ngobrol santai tapi mendalam tentang apa itu logistik, tujuannya, sampai secerah apa sih peluang karir di bidang ini!
Apa Sih Sebenarnya Logistik Itu?
Banyak yang mengira kalau logistik itu ya sekadar “jasa kirim barang”.
Padahal, definisinya jauh lebih luas dari itu, lho.
Secara sederhana, logistik adalah seluruh rangkaian proses mulai dari perencanaan, kemudian pelaksanaan, hingga adanya pengawasan terhadap aliran barang, jasa, dan informasi.
Proses ini bermula dari titik awal (sumber bahan baku) sampai ke titik akhir (tangan kamu sebagai konsumen).
Kalau kita merujuk pada literatur profesional,
Council of Supply Chain Management Professionals (CSCMP) mendefinisikan logistik sebagai bagian dari manajemen rantai pasok (Supply Chain Management) yang merencanakan, mengimplementasikan, dan mengendalikan aliran barang serta informasi secara efektif dan efisien dari titik asal ke titik konsumsi untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.
nah ada muncul istilah baru, ada logistik dan supply chain, apa itu?
Logistik vs Supply Chain: Memangnya Beda?
Beda, dong!
Untuk Supply Chain (bahasa kerennya rantai pasok) adalah sebuah kegiatan besar yang mencakup kolaborasi antar berbagai pihak (mulai dari petani yang produksi, lalu kasih ke pabrik gabah, hasil beras dikirim ke distributor, dari situ dikirim lagi hingga toko dan berakhir ke kamu).
Nah, logistik hanya salah satu “departemen” krusial di dalam perusahaan besar tersebut yang fokus mengurusi pergerakan fisik barang dan penyimpanannya.
Mudahnya bila kegiatan terdiri dari banyak pihak, proses pengirimannya menggunakan kata “Supply Chain”
Tapi kalau hanya tentang pengiriman barang hanya 1 pihak, maka disebut sebagai logistik, misalnya logistik perusahaan A, tidak termasuk logistik distributor B
Yuk lebih dalam tentang logistik
Mengapa Logistik Itu Sangat Penting?
Nah proses logistik dalam supply chain sangat penting lho….
Kenapa???
Jadi, dalam dunia akademik dan praktis, tujuan logistik sering dikaitkan dengan konsep “The 7 R’s of Logistics” (7 Prinsip Tepat)
7 prinsip ini dipopulerkan oleh pakar manajemen rantai pasok, John J. Coyle dkk.
Nah dengan adanya 7 prinsip ini, Sistem logistik yang sukses harus bisa memenuhi 7 hal ini:
- Right Product (Produk yang tepat)
- Right Quantity (Jumlah yang tepat)
- Right Condition (Kondisi yang tepat, tidak rusak)
- Right Place (Tempat yang tepat)
- Right Time (Waktu yang tepat)
- Right Customer (Pelanggan yang tepat)
- Right Cost (Biaya yang tepat/efisien)
Misalkan dari 7 hal tersebut tidak terpenuhi maka akan merusak aliran barang, jasa, atau informasi.
Contoh 1 prinsip Waktu yang tidak tepat, seperti Waktu Perang, akan mempengaruhi prinsip lainnya.
Saat waktu perang, maka produk yang tiba bisa saja tidak sesuai, jumlahnya kurang, kondisinya dalam keadaan tidak baik, tempat lokasi tujuan sering berubah, barang sampai tidak sesuai waktu kesepakatan, biaya kirim naik karena lokasi sering berubah dan bahkan bisa saja tidak sampai ke pelanggan yang tepat (ke pihak musuh)
Nah lho… bayangin aja barang yang harusnya ke pihak kita malah ke pihak musuh
Jadi betapa pentingnya 7 poin logistik tersebut bertujuan untuk memastikan operasional bisnis berjalan seefisien mungkin sambil menjaga tingkat kepuasan pelanggan tetap maksimal.
Karena sebaik apa pun produk yang kamu jual, kalau sampainya telat atau barangnya rusak di jalan, pelanggan pasti kapok, kan?
Keuntungan Punya Sistem Logistik yang Jempolan
Bagi sebuah bisnis, berinvestasi pada sistem logistik yang rapi bukan cuma soal buang-buang biaya operasional, tapi justru mendatangkan banyak manfaat lho…
Walaupun ga kelihatan dan dipedulikan, tapi logistik bisa menjadi penentu efektivitas, biaya bahkan potensi meningkatkan proses branding perusahaan
Kita saja bila beli barang dan barang sampai tidak sesuai waktu yang ditentukan pasti ngedumel, bener ga ???
Ditambah pengiriman lama sampai dan saat sampai barang nya ada rusak karena proses pengiriman yang tidak aman, makin kesal pasti !
Dari itu, maka bagi pengusaha, skala kecil sampai besar, perlu punya sistem logistik yang jempolan, mau itu ber mitra ataupun punya sistem logistik sendiri
Berikut keuntungan punya sistem logistik yang dapat diandalkan:
- Menang dari Kompetitor (Competitive Advantage): Di era serba cepat ini, bisnis yang bisa mengirim barang lebih cepat dan aman otomatis akan jadi pilihan utama konsumen.
- Efisiensi Biaya: Dengan manajemen dan pengiriman yang optimal, perusahaan bisa memangkas biaya gudang dan bahan bakar secara drastis.
- Ekspansi Tanpa Batas: Logistik yang andal memungkinkan bisnis lokal untuk merambah pasar global. Dengan strategi pengiriman cross-border atau lintas negara seperti kirim ke luar negeri, kini bukan lagi halangan bagi sebuah brand untuk menjangkau pelanggan baru di luar negeri.
- Reputasi dan Kredibilitas Meroket: Konsistensi pengiriman yang tepat waktu dan aman adalah kunci utama membangun loyalitas dan citra positif di mata pelanggan
Sudah ada bayangan benefit dari punya sistem logistik?
Lebih dalam lagi yuk ada apa saja tahapan di logistik…
Apa Saja Tahapan Utama Logistik?
Supaya barang sampai ke tanganmu dengan aman, ada berbagai tahapan yang saling berkaitan.
Tahapan secara penuhnya disebut Full Mile Logistics
Berdasarkan penjelasan Full Mile dari fareye.com
Full Mile adalah adalah pendekatan alur distribusi barang dalam jaringan rantai pasok (end-to-end supply chain) yang mengintegrasikan tiga segmen utama: First Mile, Middle Mile, dan Last Mile Logistics menjadi satu sistem yang terkoneksi.
First Mile
Definisi First Mile dari medium.com adalah proses awal pergerakan barang yang dimulai dari yang punya barang seperti produsen menuju fasilitas penyimpanan awal, seperti fulfillment center atau gudang konsolidasi.
Fase ini kadang menggunakan jasa kurir atau jasa trucking, tergantung berapa banyak barang nya.
Contohnya Sebuah pabrik tekstil di Bandung menghasilkan 5.000 potong baju.
Proses armada armada truk mengambil barang tersebut dari area pabrik Bandung lalu membawanya ke gudang konsolidasi di Jakarta adalah proses First Mile.
Middle Mile
Untuk Middle Mile atau Mid-Mile
berdasarkan onro.io definisi Middle Mile adalah fase pergerakan barang dari gudang ke gudang, biasanya gudang utama/pusat distribusi (distribution center) menuju ke pusat penyortiran (sorting center) atau hub regional yang lebih dekat dengan lokasi tujuan.
Pada fase ini biasanya menggunakan jasa trucking atau jasa pengiriman menggunakan truk, karena biasanya barangnya dalam jumlah banyak
Kalau gudangnya lebih jauh lagi misal antar pulau atau pengiriman antar negara, selain menggunakan jasa trucking dapat juga menggunakan jasa freight forward atau freight forwarder yang menggunakan armada laut dan udara
Contohnya Paket berisi pakaian dari gudang Jakarta sebelumnya dikirimkan menggunakan truk ke gudang Surabaya dan kapal kargo laut menuju ke gudang dan Hub Distribusi Makassar.
Atau kalau dikirim antar negara maka barang dikirim dengan pesawat ke gudang di negara tujuan.
Pengangkutan jarak jauh antarkota, antar provinsi, antar negara atau antar-pulau ini disebut Middle Mile.
Last Mile
Lalu ini yang terakhir, bisa ditebak?
dari blog Astra, Definisi Last Mile Logistics adalah tahap paling akhir dari jaringan distribusi, yaitu penyerahan fisik paket dari gudang atau hub kurir lokal ke pintu pintu konsumen akhir (end-consumer).
Contohnya, melanjutkan dari pabrik tekstil penghasil baju, maka jasa kurir membawa paket pakaian tersebut dari gudang atau hub penyortiran di Surabaya langsung ke rumah pembeli di area Ketintang.
Full Mile Project
Selain 3 tahapan tersebut, ternyata ada lho proses ketiga tahapan tersebut dalam 1 project singkat dan hanya menggunakan 1 mode kendaraan.
Jasa Pindahan atau proses pindahan adalah aktivitas Full Mile Project singkat, berikut prosesnya
1.Jasa Trucking menjemput barang di rumah lama yang dikategorikan sebagai First-Mile
2. Proses pengiriman atau selama truk di perjalanan, istirahat di beberapa tempat, atau misal masuk ke kapal laut dikategorikan sebagai Middle-Mile
3. Truk sampai di rumah baru, ini dikategorikan sebagai Last-Mile
Cukup Sederhana dan simple kan?
Tertarik dan mau coba mulai karir di dunia logistik?
Peluang Karir Masa Depan di Dunia Logistik
Kalau kamu berpikir untuk berkarir di bidang ini, keputusan yang sangat tepat!
Seiring meledaknya tren e-commerce dan perdagangan global, kebutuhan akan profesional di bidang logistik meroket tajam.
Menurut laporan McKinsey & Company (seperti yang dikutip dari beberapa sumber akademik), digitalisasi logistik diprediksi akan membuka jutaan lapangan kerja baru dalam beberapa tahun ke depan.
Beberapa posisi menjanjikan yang bisa kamu lirik antara lain:
- Admin Logistik: Cocok untuk kamu yang teliti, rapi, dan terbiasa dengan pendataan sistem.
- Inventory / Stock Control: Bertugas memastikan akurasi data stok fisik dengan yang ada di sistem (software).
- Dispatcher/ Transporter / Transport Planner: Buat kamu yang jago strategi, posisi ini bertugas merencanakan rute paling cepat, efisien, dan murah untuk armada pengiriman.
- Courier / Driver / Vendor Management: Tugasnya seperti HRD di dunia logistik, cari pengemudi dan menugaskannya sesuai dengan kebutuhan pengiriman
- Supply Chain and Logistic Manager: Posisi manajerial yang memegang kendali penuh atas seluruh siklus pergerakan barang dari hulu ke hilir.
Daftar Referensi & Literatur
Teori & Literatur:
- Council of Supply Chain Management Professionals (CSCMP). (2013). Supply Chain Management Terms and Glossary. (Untuk referensi definisi Logistik vs SCM).
- Coyle, J. J., Langley, C. J., Novack, R. A., & Gibson, B. J. (2016). Supply Chain Management: A Logistics Perspective. Cengage Learning. (Untuk referensi teori “The 7 R’s of Logistics”).
- Laporan McKinsey & Company (2022). Mengulas tentang disrupsi digital dan proyeksi pembukaan lapangan kerja baru di sektor supply chain dan logistik.
Website Referensi :
- ICDX. “Apa Itu Logistik? Pengertian, Tujuan, dan Manfaat.” Diakses dari: https://www.icdx.co.id/news-detail/publication/apa-itu-logistik-pengertian-tujuan-dan-manfaat
- SPIL. “Apa itu Logistik? Pengertian, Tujuan, dan Manfaat.” Diakses dari: https://www.spil.co.id/blogs/apa-itu-logistik-pengertian-tujuan-dan-manfaat/
- Taruna Bakti University (TBU). “Logistik Itu Apa, Sih? Yuk Mulai dari Sini!” Diakses dari: https://tbu.ac.id/logistik-itu-apa-sih-yuk-mulai-dari-sini/
- Mekari Desty. “Apa itu Logistik? Rahasia Bisnis Online Kirim Cepat & Hemat.” Diakses dari: https://desty.mekari.com/blog/apa-itu-logistik
- Terralogiq. “Mengenal Tujuan Aktivitas Logistik yang Dilakukan Perusahaan.” Diakses dari: https://terralogiq.com/aktivitas-logistik/
- KitaLulus. “Pekerjaan Logistik: Pengertian, Tugas, Gaji, dan Contoh Profesi.” Diakses dari: https://www.kitalulus.com/blog/seputar-kerja/pekerjaan-logistik-adalah/
- Medium. “First, Mid and Last Mile: Understanding the Logistics Industry” diakses dari https://flashboxco.medium.com/first-mid-and-last-mile-understanding-the-logistics-industry-4b2cfce9ef85
- Raunaq Singh. “Mastering First, Middle, and Last Mile Delivery for End-to-end Supply Chain Success” diakses dari https://fareye.com/resources/blogs/first-middle-last-mile-delivery-logistic
- Astra, Selog. “Perbedaan First Mile, Medium Mile dan Last Mile Delivery” diakses dari https://www.selog.astra.co.id/blog/info/perbedaan-first-mile-medium-mile-dan-last-mile-delivery
Penulis: Bani Darmawan
Update 2 September 2026
